Posted by: dennono on: June 2, 2009
Visi dan Misi
VISI
Terwujudnya Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan yang berkualitas, kompetitif dan dapat menghasilkan tenaga kependidikan maupun teknisi dalam teknik bangunan yang siap bersaing dan berkembang, khususnya dalam bidang struktur dan gambar bangunan.
MISI
Bulan-bulan ini adalah waktunya anak-anak muda lulusan SMU memilih jalan hidupnya (karir), mau langsung bekerja atau melanjutkan lagi sekolah di perguruan tinggi. Bagi yang mau melihat fakta, ketika mau bekerja tetapi hanya mengandalkan ijazah SMU, kecuali mau berwiraswasta, maka paling-paling hanya jadi office boy.
So ! Mikir seribu kali. ![]()
Jika punya tampang, bisa bernyanyi dengan baik, maka adanya fenomena idol tentu boleh menjadi alternatif jalan keluarnya. Bagi yang putri, jika sudah ada yang melamar, dan orangnya sudah mapan, bisa juga menjadi alternatif pilihan hidup yang menarik. Tetapi jika tidak, maka cita-cita melanjutkan lagi di perguruan tinggi merupakan suatu pilihan yang logis. Suatu keharusan !
Pikiran ada, motivasi ada, tetapi di jaman seperti sekarang ini dukungan finansial perlu dipertimbangkan dengan matang. Bagaimana tidak, jaman sekarang ini sekolah semakin mahal ! Apalagi jika pilihan sekolahnya jauh dari tempat tinggal sehingga perlu kost, sehingga perlu biaya hidup lagi. Padahal biaya sekolahnya sendiri nggak bisa dianggap enteng.
Tentang biaya mahal saat ini adalah fakta, tidak hanya sekolah (universitas) swasta saja seperti UPH yang apa-apa memang harus mandiri, tetapi juga biaya masuk dan sekolah di universitas negeri. Itu buktinya, ada ponakannya saya di Jogja yang keterima di ptn di surabaya (kedokteran), sudah setahun ini, itu uang masuknya saja ratusan juta, juga ponakan lain, yang keterima ptn di semarang (kedokteran juga), levelnya kesannya di bawah ptn yang di surabaya, juga perlu ratusan juta. Tapi eh, keterima juga di ptn jogja, kelas internasional (kedokteran juga), lebih hebat lagi, katanya biaya per semester puluhan juta. Kalah dah uph. ![]()
Fakta-fakta di atas dibanding jaman saya sekolah dulu, koq seperti bumi dan langit. Saya ingat jaman tahun 83-an, yaitu ketika sedang studi di jurusan teknik sipil FT-UGM, biaya per semesternya rp. 125 ribu, yang kedokteranpun rasanya juga tidak berbeda jauh.
Jika tarif dokter sekarang mahal padahal dulu biaya sekolahnya murah, maka bisa dibayangkan nanti bagaimana tarif dokter jaman nanti jika biaya sekolahnya mahal. Kata orang, sekolah itu khan investasi, jadi harus kembali modal dong. ![]()
Bisa-bisa nanti, karena biaya berobat mahal, maka bagi yang sakit keras lebih baik cepat-cepat dipanggil Tuhan lho, daripada membebani keluarga besarnya, sehingga duitnya pada habis, bisa-bisa anggota keluarga yang lain jadi sakit semua dan akhirnya karena tidak ada biaya untuk berobat maka pada meninggal semua. Gimana lho. ![]()
Kalau di luar negeri, biaya berobat mahal, tetapi ada asuransi yang diwajibkan pemerintah. Kayak di Jerman gitu. Kalau di sini, kalau tidak punya tabungan. Wah gimana gitu.
Jadi intinya, apapun bidang yang ingin ditekuni, perlu dipikirkan dengan baik-baik karena menyangkut biaya yang mahal. Jika itu trial-and-error, wah bisa ngabisin duit banyak lho.
Omong-omong tentang kesehatan, jadi ingat tentang profesi dokter lho. Heran, itu ponakan-ponakan saya, ketika akan melanjutkan studinya, sebagian besar yang punya potensi inginnya masuk jurusan kedokteran. Sedangkan yang pas-pasan, dari pada tidak, sama orangtuanya didorong-dorong masuk ekonomi. Lho ![]()
Kenapa nggak ada ya, yang punya cita-cita masuk jurusan teknik sipil ?
Banyak yang berpendapat, sekolahnya susah, gajinya kecil. Begitu ya ?
Apa benar seperti itu ya. Padahal kalau melihat fakta, bidang pekerjaan teknik sipil adalah sangat luas. Selama suatu negara ingin berkembang pasti perlu tenaga lulusan teknik sipil. Mulai dari pembangunan infrastruktur (jembatan, jalan, saluran irigasi, drainasi, dam, lapangan udara, pelabuhan), atau bangunan (gedung, pabrik, power-plant) dll pasti memerlukannya. Apalagi indonesia sebagai negara berkembang, yang mencakup beribu-ribu pulau dan sangat luas. Jadi mestinya negara ini masih memerlukan bidang profesi teknik sipil.
Bahkan di Amerika, asosiasi insinyur sipil-nya sampai membuat rencana kerja jangka panjang tentang pentingnya peranan mereka dalam mendukung kemajuan di negeri tersebut. Mau tahu ? Silahkan aja down-load visinya.
Posted by: dennono on: March 28, 2009
Lam kenal semuane,,,,,,,
ini blog gue yang pertama lho…..mudah-mudahan bisa terus berkembang….
buat yang bisa ngeblog bantuin gue ya….
ntar gue kasih bonus deh…..
Posted by: dennono on: March 28, 2009
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!